Spread the love

Memaksimalkan Peran Wali Kelas dalam Pendidikan Karakter – Wali kelas ibarat orang tua murid selama di sekolah. Peran wali kelas sebagai seorang pendidik sekaligus orang tua bagi murid-muridnya perlu dimaksimalkan agar tujuan mencetak generasi bangsa yang baik dapat tercapai. Jika dianalogikan, wali kelas juga ibarat jembatan. Jembatan yang memudahkan komunikasi siswa—guru, siswa—kepala sekolah, siswa—orang tua/wali.

Sahabat pendidik, banyak dari kita mungkin sudah mengetahui peran wali kelas. Seperti yang dipaparkan dalam artikel 7 Peran Wali Kelas Zaman Now bahwasanya ada tujuh peran penting wali kelas di era milenial, diantaranya yakni: 1) peran sebagai guru; 2) peran sebagai pemimpin; 3) peran sebagai manajer; 4) peran sebagai sahabat/teman; 5) peran sebagai orang tua; 6) peran sebagai konselor; dan 7) peran sebagai desainer.

Jika kita memahami ketujuh peran tersebut maka akan kita pahami juga bahwa peran wali kelas sangat penting dalam menentukan hasil belajar siswa, tidak hanya dalam peningkatan kemampuan akademik dan non akademik, namun juga untuk memupuk karakter baik dalam diri anak didik. Nah karakter inilah yang akan menjadi pondasi utama dalam pengimplementasian ilmu yang dimiliki peserta didik.

Sahabat pendidik,karakter menjadi sangat penting bagi anak didik karena menyangkut nilai etika/moral yang mana harus diterapkan dalam setiap perilaku. Satu hal yang harus selalu kita ingat bahwasanya pendidikan karakter tidak hanya menakankan pada aspek kognitif saja namun juga menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Tentunya sekolah menjadi tempat terbaik untuk mengampu pendidik karakter di setiap mata pelajaran yang ada. Seperti halnya yang dipaparkan dalam K-13 bahwasanya setiap pembelajaran harus menyertakan pendidikan karakter dengan menyangkut pautkan terhadap materi yang sedang diajarkan.

Baca Juga  Pembelajaran Hypnoteaching, Seperti Apa?

Hanya saja, setiap teknis yang telah dirancang untuk memaksimalkan pendidikan karakter juga akan kembali bergantung pada pendidik yang menyampaikan pengajaran, para guru mata pelajaran, utamanya wali kelas yang menjadi jembatan antara siswa—guru, siswa—kepala sekolah, dan siswa—orang tua/wali. Nah kali ini mimin akan mengulas bagaimana memaksimalkan peran wali kelas dalam pendidikan karakter untuk peserta didik. Check it out, yuk!

  1. Harus Mengenal Peserta Didik (Tidak Sekadar Mengetahui)

Seorang wali kelas harus mampu menguasai kelas seutuhnya, mulai dari kondisi kelas, kebutuhan kelas, hingga kondisi peserta didik, dan kebutuhan peserta didik. Wali kelas wajib mengenal peserta didiknya, mulai dari nama, karakter, kebutuhan, hingga permasalahan yang dialami peserta didik yang ada sangkut pautnya dengan pembelajaran. Hal ini akan sangat berguna untuk memahami apa saja yang dibutuhkan oleh peserta didik dan bagaimana cara memberikannya.

Memberikan pengajaran tentang karakter tidak serta merta sekadar memberi kata-kata tentang berperilaku baik, melainkan juga harus melalui proses pengamatan terhadap karakter peserta didik, buruknya seperti apa? baiknya seperti apa? Cara ini dapat dilakukan dengan berperan sebagai seorang teman atau sahabat bagi peserta didik yang dekat namun tetap menjaga imagenya sebagai seorang guru.

  1. Menjadi Motivator Handal

Motivasi menjadi salah satu komponen penting dalam diri manusia untuk tetap mejaga spirit dalam melakukan sesuatu. Begitu pula dengan peserta didik, yang selalu harus dimotivasi untuk tetap semangat meningkatkan potensi diri.

Pemberian motivasi yang baik tentu juga menjadi jalan penting untuk memupuk karakter baik pada peserta didik. Seseorang yang memiliki motivasi akan lebih semangat melakukan sesuatu, tidak mudah jatuh dengan kegagalan yang menimpa. Hal ini sudah termasuk pemupukan karakter baik pada peserta didik, yakni agar peserta didik selalu percaya diri dan bersabar.

Baca Juga  6 Tugas, Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) Wali Kelas Zaman Now

Satu hal yang harus selalu kita ingat bahwasanya pemberian motivasi bukan hanya untuk menyentuh pengetahuan peserta didik, melainkan untuk menggugah hatinya agar mampu melakukan sesuatu sesuai dengan kemauan diri sendiri.

  1. Menyediakan Waktu untuk Berkomunikasi dan Beraudiensi dengan Orang Tua/Wali Peserta Didik

Setelah kita mengenal peserta didik, mulai dari karakter dan kebutuhannya untuk pembelajaran, maka mengkomunikasikan dengan orang tua adalah langkah lanjut yang harus dilakukan. Bagaimanapun, orang tua juga harus memahami kondisi anaknya selama di sekolah. Karakter, kesulitan belajar, hingga rutinitas peserta didik di sekolah harus dipahami oleh masing-masing orang tuanya. Hal ini disebabkan orang tua menjadi madrasah ilmu selama anak tidak di sekolah. Sehingga dengan adanya komunikasi tersebut, orang tua akan lebih mudah untuk mengontrol anaknya dalam kemajuan belajarnya.

  1. Memberi Solusi atas Masalah Peserta Didik

Setelah kita memahami masalah apa yang dialami oleh peserta didik melalui pengamatan karakter dan komunikasi dengan orang tua, maka kita bisa memberi solusi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pemberian solusi ini tentu juga dapat dikomunikasikan dengan orangtua/wali peserta didik, atau dengan kepala sekolah jika diperlukan.

  1. Menjadi Role Model Pemilik Karakter yang Baik

Sahabat pendidik, bukankah segala sesuatu itu dimulai dari diri sendiri lebih dulu? Kita pasti lebih suka orang-orang yang perkataannya sesuai dengan perilakunya. Nah, jadi sangat penting bagi para pendidik untuk menjadi role model pemiliki karakter yang baik ketika kita hendak memberikan pendidikan karakter pada peserta didik. Karena terkait karakter yang tentunya bersangkut paut dengan sikap, maka perlu adanya contoh faktual tentang bagaimana itu karakter religius, jujur, bertanggung jawab, adil, dan lain-lainnya.

Nah, sahabat pendidik, pada intinya untuk mendidik peserta didik tentang karakter, kita juga harus lebih dulu mengimplementasikan bagaimana karakter yang baik. Selain itu kita juga harus memahami dengan baik terkait segala kondisi karakter peserta didik, baik yang dimiliki atau yang dibutuhkan.

Baca Juga  Ind*m*ret Saja Sudah Berubah, Bagaimana dengan Kelas Anda?

Dari kelima cara diatas, cara nomor berapa aja nih yang udah kita terapkan? Kalau sahabat pendidik memiliki cara-cara lain, kami tunggu ulasannya di kolom komentar ya.

Informasi Penting :

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dimasa pandemi Covid-19 ini, Kualita Pendidikan Indonesia akan membantu sahabat pendidik untuk melakukan proses belajar mengajar jarak jauh. Klik disini untuk informasi lebih lanjut.

Referensi:

USAID. Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Kemajuan Bangsa. www.prestasi-iief.org

Prasetyo, Iwan J. 2017. Mengapa Perlu Adanya Pendidikan Karakter?. http://dinaspendidikan.blorakab.go.id/home/mengapa-perlu-adanya-pendidikan-karakter

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.