Kiat-Kiat Meningkatkan Keterampilan Menulis Bagi Pendidik

May 3, 2020 | Artikel Pendidikan | 0 comments

Banyak orang yang merasa bingung untuk memulai sebuah tulisan. Ketika niat sudah utuh, ide sudah mapan, tiba-tiba kaku ketika mulai menulis. Hal ini sering terjadi bagi orang-orang yang menulis. Akibatnya tidak jarang menulis hanya akan jadi kegiatan wacana. Banyak yang menyerah karena tidak bisa merangkai bahasa tulisan.  Padahal hambatan ini bisa teratasi dengan beberapa taktik peningkatan keterampilan tulisan.

Kemarin kami sudah mengulas tentang pentingnya keterampilan menulis bagi pendidik. Namun sebagai seorang pendidik yang menulis, kita tidak cukup memahami pentingnya keterampilan menulis bagi pendidik, melainkan juga harus melakukan beberapa kiat-kiat untuk meningkatkan keterampilan menulis.

Nah kali ini kami akan mengulas tentang kiat-kiat keterampilan menulis bagi pendidik. Beberapa kiat-kiat tersebut akan dipaparkan dibawah ini.

1. Banyak Membaca  

Gelas yang tidak berisi minuman, tentunya tidak memiliki apapun untuk dituangkan. Sama halnya dengan kerja otak manusai. Ketika tidak ada bahan bacaan yang menjadi input bagi otak kita, maka tidak ada output yang bisa kita racik menjadi bahasa tulisan. Oleh sebab itu, kita perlu banyak membaca lebih dulu sebelum menulis. Hal ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan, baik dari segi materi yang akan dibahas atau pembendaharaan kosa kata yang nantinya akan dituangkan kembali dalam sebuah tulisan.

2. Menulis Setiap Hari.

Satu-satunya cara untuk menjadi mahir menulis adalah dengan terus berlatih menulis. Seorang pendidik telah terbiasa dengan menulis rancangan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, jurnal guru, atau hasil belajar siswa. Pendidik sudah memiliki bekal awal untuk bisa menulis dengan baik. Tentunya bekal ini tidak bisa hanya berhenti pada tahap itu saja karena kedepannya pendidik pasti harus terus menulis untuk membuat bahan ajar yang menarik, media pembelajaran yang unik, atau artikel-artikel penelitian yang berguna untuk syarat peningkatan profesi.  

Nah, menulis setiap hari dapat menjadi jalan agar pendidik dapat meningkatkan keterampilan menulis secara otodidak. Tuntutan untuk menambah kosa kata baru agar tulisan tidak hambar ketika dibaca pasti akan menjadi jalan bagi pendidik untuk terus meningkatkan keterampilan menulis.

Tapi, sahabat pendidik juga perlu memperhatikan dimana tulisan sahabat harus diletakkan. Jika hanya menjadi simpanan pribadi, maka tulisan itu akan berhenti di kita saja dan kecil kemungkinan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, selain menulis setiap hari, sahabat juga dapat menulis di berbagai platform media sosial atau melalui blog. Selain dapat menjadi arsip yang aman dari kehilangan data, menulis di blog juga dapat menjadi jalan untuk mendapat feedback dari pembaca tulisan kita.

3. Menulis dengan Kata-kata Sederhana

Sahabat pendidik, kita pasti pernah mengalami kesulitan memulai tulisan. Biasanya terlalu banyak ide-ide cemerlang yang muncul sehingga kita ingin memulai dengan penggunaan kata-kata yang rumit. Padahal kita bisa memulainya dengan menggunakan kata-kata yang sederhana. Selain agar mudah dipahami oleh pembaca secara umum, penggunaan kata-kata sederhana juga dapat memembuat kita lebih enjoy dalam menulis sehingga kita dapat menyampaikan maksud dengan baik.

Namun, penggunaan kata-kata sederhana disini bukan berarti menulis dengan sembarangan (tidak memperhatikan kefeektifan kalimat atau keutuhan wacana), melainkan lebih pada menyampaikan maksud tulisan dengan kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca secara umum.

4. Coba Gunakan Teknik Calis (Baca-Tulis)

Sahabat pernah mencoba teknik baca tulis? Seperti pengibaratan gelas diatas, ketika membaca seperti mengisi minuman ke dalam gelas, sedangkan menulis seperti menuangkan minuman dari gelas. Baca dan tulis adalah dua kegiatan yang saling berkaitan. Sahabat bisa mencoba teknik baca-tulis agar lebih mudah dalam menulis karena seluruh materi yang dibaca masih dapat teringat dengan jelas.

5. Eksplorasi Ide

Ide merupakan satu hal yang penting dalam proses kepenulisan. Banyak sekali orang-orang yang hilang minat untuk menulis karena tidak memiliki ide untuk dituliskan atau sudah memiliki ide namun merasa kurang bagus untuk dtulisakan.

Sahabat pendidik, hal pertama yang harus kita tanamkan dalam diri kita adalah kita harus percaya diri terhadap ide apapun yang ingin kita jadikan tulisan. Kedua, kita harus mampu mengeksplor ide untuk bisa lebih terampil dalam menulis. Jika kita merasa ide kita kurang bagus, maka kita harus mengeksplor ide yang lebih cemerlang, bukan malah menyerah dan berhenti menulis.

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengeksplor ide. Pertama, melalui kegiatan membaca. Membaca disini bukan hanya dibatasi pada membaca buku, jurnal, atau hal-hal serupa. Namun juga dimaksudkan pada membaca lingkungan sekitar, mulai dari karakteristik peserta didik, suasa kelas, penggunaan metode dan model pembelajaran yang sesuai, serta hal-hal lain yang bisa kita baca melalui analisa kondisi dan lingkungan. Hematnya, membaca yang dimaksudkan disini bukan hanya pada referensi buku melainkan juga dengan membaca lingkungan yang dapat dilakukan dengan melibatkan peran pendengaran, penglihatan, dan perasa.

Kedua, kita bisa eksplor ide melalui kegiatan diskusi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya. Msialkan berdiksui dengan pendidik lain yang mengajar di kelas yang sama untuk mengetahui sudut pandang berbeda terhadap satu kelas, atau berdiskusi dengan pendidik yang mengajar di kelas berbeda atau bahkan sekolah yang berbeda untuk menambah wawasan terkait suasana kelas, serta beberapa orang lainnya yang bisa diajak berdiskusi untuk menambah wawasan. Dengan begitu, kita bisa memiliki ide yang lebih banyak sehingga dapat lebih percaya diri untuk menuliskannya.

6. Meminta Feedback

Sahabat pendidik, kita harus siap dikritik oleh orang lain sebagai satu langkah maju memperbaiki tulisan kita sebelumnya. Jangan takut untuk meminta feedback pada orang-orang yang membaca tulisan kita. Karena melalui feedback inilah kita bisa memahami dimana letak kekurangan kita dalam menulis sehingga kita dapat memperbaiki tulisan kita dengan baik.

7. Mempelajari Kaidah-kaidah Kepenulisan

Sahabat pendidik, kaidah-kaidah kepenulisan seringkali diabaikan oleh beberapa penulis pemula. Padahal hal ini sangat penting untuk dipelajari dan diterapkan dalam tulisan-tulisan kita. Mengapa demikian? Setiap tulisan memiliki napasnya sendiri. Adanya kaidah kepenulisan tentunya bukan sekadar aturan tanpa makna, melainkan untuk menjadikan tulisan seseorang lebih rapi dan nyaman dibaca. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari kaidah-kaidah kepenulisan untuk meningkatkan keterampilan menulis kita.

Sahabat pendidik, sebagai seorang pendidik kita harus menyadari bahwa  keberadaan kita adalah untuk mendidik generasi bangsa. Maka, dimanapun kita berada, kita harus tetap mendidik, baik secara perbuatan, ucapan, atau tulisan. Oleh sebab itu, pendidik juga sangat perlu meningkatkan keterampilan menulis agar tidak hanya bisa mendidik dalam ucapan atau perbuatan, melainkan juga dengan tulisan. Selamat berjuang untuk seluruh pendidik di dunia.

Informasi Penting :

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dimasa pandemi Covid-19 ini, Kualita Pendidikan Indonesia akan membantu sahabat pendidik untuk melakukan proses belajar mengajar jarak jauh. Berikut daftar kelas yang kami sediakan untuk Sahabat Pendidik yang ada di seluruh Indonesia

Referensi:

Hasanah, Nove. Cara Meningkatkan Keterampilan Menulis Guru. www.novehasanah.blogspot.com 

Hidayatullah, Syarif. 2016. Pengembangan Keterampilan Menulis. www.wismasastra.wordpress.com 

%d bloggers like this: