ujian-akhir-semester

Ujian akhir semester akan dilaksanakan pada bulan April. Beberapa sekolah bahkan sudah menyelesaikannya di bulan sebelumnya karena liburan akhir semester genap ini berbarengan dengan datangnya bulan suci Ramadhan yang jatuh pada awal Mei 2019.

Banyak persiapan yang dilakukan oleh siswa maupun orangtua dalam menghadapi ujian akhir semester ini. Les tambahan, les privat, bimbel dan lain-lain sudah menjadi kesibukan rutin menjelang ujian akhir semester genap.

Ujian akhir semester pada dasarnya adalah salah satu cara untuk melihat ketercapaian kompetensi yang telah dilaksanakan prosesnya selama satu semester. Jika selama proses kegiatan belajar mengajar di kelas berjalan sesuai dengan pakem yang telah ditetapkan (bisa jadi sekolah satu dengan yang lain berbeda). Mulai dari penentuan KI, KD, indikator pembelajaran sampai dengan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa.

Jika proses tersebut dijalankan dengan baik, maka sebenarnya tidak ada masalah berarti di ujian akhir sekolah. Guru hanya melakukan re-calling pengetahuan yang telah diperoleh oleh siswa dengan melakukan review 1 semester.

Nah, bagaimana jika waktu sudah mepet dan persiapan serta prosesnya tidak bisa ideal seperti yang kita harapkan?

Ada beberapa cara cepat yang bisa dicoba untuk mengatasi hal ini. Meskipun, sebenarnya cara ini baiknya menjadi ketrampilan yang terasah dengan baik. Kami menyebutnya Study Skill (ketrampilan belajar).

Ketrampilan belajar ini terbagi menjadi 3 jenis:

  1. Membaca Cepat
  2. Mencatat Kreatif
  3. Menghafal Cepat

Membaca Cepat

Kemampuan membaca cepat sangat dibutuhkan untuk mengerjakan soal-soal ujian terutama soal yang terdapat banyak bacaan seperti Bahasa Indonesia. Kemampuan membaca cepat ini juga mempengaruhi kecepatan dalam penyelesaian soal, yang sering muncul seperti mencari kalimat utama, pokok pikiran paragraf,  tema utama paragraf, judul bacaan yang tepat, serta pertanyaan lain yang membutuhkan kecepatan membaca kita.

Baca Juga  Strategi Organisasi Pendidikan dalam menghadapi VUCA & Kurva Turnaround

Membaca cepat ini adalah salah satu ketrampilan yang sebenarnya sangat perlu diaasah, bukan hanya sekali pakai kemudian ditinggalkan.

Prinsip membaca cepat adalah ada pada:

  1. Kemampuan pra membaca (melakukan scanning atau melihat sekilas hal-hal penting dari bacaan)
  2. Kemampuan mata menangkap beberapa objek (kata-kata dalam bacaan)
  3. Kemampuan membaca gagasan bukan membaca kata per kata
  4. Kemampuan menyimpulkan gagasan yang terbaca

Keempat prinsip ini bisa dilatihkan dengan melatih kemampuan mata untuk fokus dan membaca gagasan di tiap paragraf. Tentu, sebelumnya bisa juga dengan trik melakukan scanning.

Mencatat Kreatif

Bahasa kerennya dari mencatat kreatif ini adalah MindMapping. Salah satu metode mencatat yang dikembangkan oleh Tony Buzan yang mengedepankan prinsip pelibatan otak kanan dan kiri dalam proses pembuatan catatan tersebut.

Teknik ini bisa sangat digunakan untuk melakukan pencatatan rangkuman materi-materi yang ada di Ujian Akhir Semester, terutama pada materi-materi yang sifatnya pengetahuan tekstual. Contohnya pada mata pelajaran: IPA, IPS, PKn, PAI, dll

Menghafal Cepat

Setelah kemampuan membaca cepat dan mencatat kreatif dilakukan dan dilatihkan dengan benar. Maka untuk merekam informasi tersebut yang telah dibaca maupun yang telah dicatat bisa menggunakan teknik menghafal cepat.

Ada 4 jenis teknik menghafal cepat:

  1. Sistem cerita: teknik ini digunakan untuk menghafalkan informasi (istilah-istilah) yang bisa dibuat dengan cerita imajinatif dan mampu dibayangkan. Syaratnya adalah, benda pertama melakukan aksi ke benda kedua dan menggunakan kalimat aktif.
  2. Sistem pengganti: teknik ini digunakan untuk menghafalkan informasi yang menggunakan banyak istilah asing seperti bahasa Inggris, bahasa Yunani, bahasa lain yang bisa digantikan dengan bahasa/istilah yang kita ketahui. Contoh: Okulasi diganti dengan Isolasi. Kontaminasi diganti dengan Kotak Mie Nasi dst.
  3. Sistem angka: teknik ini digunakan untuk menghafalkan angka yang dimana angka yang akan dihafalkan dirubah menjadi benda lalu kemudian dibuat sistem ceritanya seperti teknik nomor 1.
  4. Sistem lokasi: teknik ini digunakan untuk menghafalkan informasi yang bersifat berurutan dengan meletakkan informasi tersebut ke lokasi-lokasi yang kita kenali.
Baca Juga  Pemimpin Menara, Saatnya Turun Gunung

Ketrampilan belajar ini pada dasarnya adalah ketrampilan yang harusnya menjadi ketrampilan wajib bagi para guru dan siswa yang ingin membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

Penggunaan ketrampilan belajar ini sebelum menghadapi ujian akhir semester bisa dicoba dan tentunya terus diasah agar semakin tajam dan lebih mudah diaplikasikan. Oh ya, ketrampilan belajar ini tidak hanya bisa dipakai oleh anak-anak di bangku sekolah dasar, bahkan bagi mahasiswa ataupun orang dewasa sangat bisa menggunakan dan mengasah ketrampilan belajar ini.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.