ambak siswa

Saat di kelas, tipe pendekatan yang dilakukan oleh guru saat pembukaan (baca: apersepsi) sangat berpengaruh terhadap ‘kehadiran’ dan ‘keaktifan’ mereka. Seperti halnya slogan, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya…“.

Kesan pertama dimulai saat seorang guru masuk ke dalam kelas beserta dengan atribut fisik ataupun nonfisik yang dibawa dari luar kelas.

Kesan yang tampak dari luar yang dipancarkan dari wajah seorang guru ditangkap sempurna oleh para siswa yang ada di dalam kelas.

Atribut fisik yang terdiri dari cara berpakaian, kebersihan, kerapian, dan tentu saja perwajahan yang ramah dan santun menjadi daya tarik sekaligus daya tolak yang diterima oleh siswa di dalam kelas. Mereka akan merekam dengan sempurna segala hal yang ‘kelihatan’ dari guru. Gestur yang muncul dari gurunya juga terekam, bagaimana cara berjalan, bagaimana cara menyapa (menggerakkan tangan), serta suara yang ramah nan mempesona.

Sedangkan atribut non fisik yang melekat di dalam diri guru, terpancar secara langsung ataupun tidak langsung dari mata dan wajah. Permasalahan rumah tangga orang dewasa yang masih membebani, tumpukan pekerjaan di sekolah yang tak kunjung selesai, adalah sebagian yang bisa saja membuat perubahan tertentu dan itu ditangkap pula oleh para siswa di dalam kelas.

Saat apersepsi, guru pun ditantang untuk menyiapkan mental dan jiwa para siswanya untuk siap belajar dan mengarungi samudera pengetahuan. Saat apersepsi gagal membawa mereka, bisa saja mereka tidak menghadirkan sepenuhnya fisik dan pikiran mereka. Jangan salahkan mereka, jika selama pembelajaran kelas terasa begitu sulit diatur, kelas menjadi pasif, dan tidak ada keceriaan mereka saat anda mengorkestrasi pembelajaran.

Apersepsi, salah satu poin utamanya adalah mampu menjawab A-M-B-A-K. Akronim dari Apa Manfaatnya BagiKu. Jika apersepsi guru belum mampu menjawab A-M-B-A-K ini, maka bisa dipastikan motivasi mereka dalam mempelajari serta hadir sepenuhnya di dalam kelas hanya menjadi skenario tanpa pembuktian.

Jika A-M-B-A-K terjawab dengan baik, maka seolah-olah mereka mendapatkan suntikan motivasi yang sangat besar disertai dengan kehadiran sepenuhnya selama pembelajaran berlangsung. Pembelajaran meaningfull (bermakna) bukan hanya menjadi fatamorgana, namun bisa diraih dengan terjawabnya AMBAK ini.

Seperti halnya anda yang diundang untuk mengikuti suatu kegiatan pelatihan. Lalu, AMBAK jika mengikuti pelatihan ini? Apa yang terjadi jika A-M-B-A-K anda tidak terjawab di awal-awal pelatihan? Pilihannya mungkin ada dua. Pertama, anda tetap hadir dengan membawa emosi agak dongkol karena belum terjawab AMBAK sembari mencoba menikmatinya. Atau yang kedua, memilih untuk tidak menghadirkan diri secara fisik alis kabur.

Bayangkan jika para siswa belum terjawab A-M-B-A-K-nya, lalu kemudian anda menjejalinya dengan informasi-informasi yang monoton (dengan metode ceramah). Belum lagi penguasaan kelas anda masih lemah. Bisa-bisa kelas begitu riuh namun kosong dari pemahaman.

AMBAK, setidaknya menjadi prioritas utama saat apersepsi dan terjawab dengan baik oleh seorang guru. Bagaimana teknik atau strategi menjawab A-M-B-A-K? Simak di artikel berikutnya.

Semoga, artikel kali ini bermanfaat dan menjadi pengingat kita untuk tetap mengupayakan yang terbaik di setiap sesi pembelajaran di kelas. Salam sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.