Sambungan …..

Menanggapi pertanyaan kalau edukasi sekaligus promosi, bagaimana ?

Saya perhatikan beranda Facebook saya tgl 16 – 17 Agustus ini, teman sekolah membuat flyer-flyer HUT kemerdekan, dengan berbagai quote edukatif untuk memupuk nasionalisme kita semua dan di flyer itu juga ada logo sekolahnya, terkadang ada foto tokohnya. Inilah contoh aktifitas edukasi sekaligus promosi tidak langsung.

Ada juga bentuk edukasi dan promosi sekaligus seperti yg dikakukan lembaga pengembangan Al Qur’an berikut ini.

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Mohon maaf izin share tulisan ini, mohon di baca, Insya Allah bermanfaat

silahkan di share ke para pengelola Lembaga anda:
👇👇👇👇👇

SEBERAPA PRIORITAS AL-QUR’AN DI LEMBAGA ANDA?
===========
Oleh: Adhan Sanusi,Lc.
Bidang Kemitraan WAFA

Jika sekolah kita lembaga Islam, Maka kita pasti paham bahwa Al-Qur’an adalah sumber utama dan kitab suci Islam.

Itu artinya jika kita ingin siswa kita berislam dengan baik, Maka ilmu yang utama dan prioritas di berikan adalah Al-Qur’an Sebelum yang lainnya?. Ini adalah pondasi dasar ilmu berislam Sebelum di bekali ilmu lainnya atau bersamaan ilmu yang lain.

Pertanyaannya: ” Benarkah kita telah memperioritaskan Al-Qur’an??
Umumnya jawabannya: Alhamdulillah kami memperioritaskan Al-Qur’an.

Apa makna memperioritaskan? Maksudnya adalah Semua hal yang bisa mendukung suksesnya Al-Qur’an bagi anak didik kita, mulai dari SDM guru,waktu dan anggaran biaya untuk Upgrading guru.

Nah, yang terakhir inilah biasanya yang di abaikan Pengelola. Seakan kalo Al-Qur’an harus ikhlas dan makna Ikhlas itu gratis atau gaji rendah. Sedang guru selain Al-Qur’an beda perlakuan. Insentif di atasnya dan se abrek pelatihan untuk membuat guru bagus. Anggaran Pelatihan sudah di rancang dalam RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) yang di bahas di awal tahun bersama yayasan. Ini bukan bermaksud membenturkan guru Al-Qur’an dengan lainnya.

Coba kita tanya, Kalau untuk Anggaran Biaya Upgrading dan pendampingan guru Al-Qur’an bagaimana? Untuk Pelatihan guru Al-Qur’an, untuk supervisinya, untuk coachingnya/pendampingannya, untuk Munaqasyah/uji kompetensi nya dll. Adakah di RKAS lembaga kita??

Sangat sedikit Lembaga yang menyadari pentingnya proses ini, Sehingga banyak lembaga yang meminimalkan biaya bahkan tidak ada sama sekali untuk Al-Qur’an. Padahal katanya kita memprioritaskan Al-Qur’an? Al-Qur’an menjadi nomer satu, bahkan ada yang menjadi visi, misi, dan jaminan mutu lembaga.

Sebaiknya-baik profesi adalah guru dan guru terbaik adalah guru Al-Qur’an. Itu juga artinya sebaiknya-baik fasilitas adalah untuk guru Al-Qur’an.

Ini baru di tinjau dari segi biaya, belum lagi tentang alokasi waktu dan kebutuhan SDM.

Ini cara berfikir yang harus di miliki Pengelola Lembaga Pendidikan Islam. Bukan cara berfikir Guru Al-Qur’an. Jangan sampai tulisan ini menjadi cara berfikir guru Al-Qur’an yg berakibat banyak menuntut lembaga. Cara berfikir guru Al-Qur’an adalah niat ikhlas bagaimana Menjadikan siswa bagus Al-Qur’annya.

Metode WAFA
WAFA_INDONESIA
#Lembaga standarisasi guru Al-Qur’an dan Sistem Manajemen Mutu Pembelajaran Al-Qur’an
WA: 0822 3371 5500

Tulisan ustadz Adhan di atas merupakan contoh tulisan edukatif sekaligus promosi.

Baca Juga  Pembelajaran Hypnoteaching, Seperti Apa?

Untuk bisa menulis seperti itu, ada pelatihan yg akan membantu kita.

3. Promosi

Tahapan yg ketiga dari PEPS adalah promosi, setelah tahap pendataan dan edukasi. Promosi merupakan aktivitas mempengaruhi calon siswa yg sudah kita data dan sudah kita beri edukasi agar mereka mau mendaftar ke sekolah kita.

Saya memformulasikan 13 jurus promosi sekolah.

Maukah anda, kalau saya share di sini ?

(Bersambung)
Dr. Shobikhul Qisom, M.Pd
Professional Education Coach

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.